Lewati ke konten utama
Info
Infrastruktur

Empat Pejabat Eselon II Kutim Lulus PKN Tingkat II, Noviari Noor: Jadilah Pemimpin Perubahan yang Adaptif

DIDiskominfo Staper Kutim3 hari lalu
Empat Pejabat Eselon II Kutim Lulus PKN Tingkat II, Noviari Noor: Jadilah Pemimpin Perubahan yang Adaptif

SAMARINDA — Sebanyak empat pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi menorehkan prestasi membanggakan setelah dinyatakan lulus Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Acara pelepasan peserta yang berlangsung khidmat di Lantai 3 Gedung Auditorium Pusjar SKPP LAN RI, Samarinda, pada Kamis (1/10/2026), dilakukan langsung oleh Kepala LAN RI Dr. Muhammad Taufiq, DEA. Momen penting tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, Kepala Pusjar SKPP LAN RI Dr. Rahmat, serta sejumlah perwakilan kepala daerah di Kaltim.


Keempat pejabat tinggi pratama Kutim yang sukses menyelesaikan pendidikan kepemimpinan tingkat tinggi ini masing-masing adalah Trisno yang menjabat sebagai Asisten I Setkab Kutim, Ronny Bonar H. Siburian selaku Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Yuwana yang memimpin Dinas Kesehatan Kutim, serta Jainuddin yang mengemban tugas sebagai Sekretaris DPRD Kutim. Keberhasilan mereka tidak hanya diukur dari kelulusan akademis pelatihan, tetapi juga dibuktikan melalui lahirnya ragam proyek perubahan inovatif yang dirancang secara spesifik guna menjawab berbagai tantangan mendasar di bidang pemerintahan dan pelayanan publik daerah.


Dalam implementasinya, Trisno mengusung proyek perubahan berjudul "Transformasi Tata Kelola Program Unggulan Daerah Kabupaten Kutai Timur melalui Kerangka Kerja KAKS MANTAP", yang difokuskan untuk memperkuat tata kelola program-program unggulan agar jalannya pembangunan di Kutim menjadi jauh lebih terarah dan berdampak luas. Sementara itu, Ronny Bonar H. Siburian mengembangkan inovasi "Transformasi Ekosistem Pelayanan Publik Digital Kutim melalui Terpadu Digital Kutai Timur", sebuah terobosan untuk menyatukan berbagai layanan digital pemerintah ke dalam satu ekosistem terpadu sehingga masyarakat dapat mengakses layanan administrasi dengan jauh lebih mudah, cepat, dan transparan.


Tidak ketinggalan, Yuwana menghadirkan proyek perubahan bertajuk "PENTAS KUTIM (Pelayanan Terpadu Serentak di Kutai Timur)" yang dirancang khusus sebagai strategi taktis untuk mengakselerasi penurunan angka stunting di Kutim melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan pelayanan kesehatan terpadu. Adapun Jainuddin memilih untuk mendobrak sektor pelayanan legislatif dengan memperkenalkan "SAPA DEWAN" (Sistem Aplikasi Pelayanan Kedewanan), sebuah inovasi pemanfaatan ekosistem digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna mewujudkan pelayanan prima sekaligus mendongkrak citra positif lembaga legislatif di mata publik.


Mewakili Bupati Kutai Timur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim Noviari Noor, menyampaikan apresiasi mendalam serta rasa bangga yang luar biasa atas pencapaian gemilang para perwakilan daerah tersebut. Ia menegaskan bahwa kelulusan ini bukanlah garis akhir dari proses belajar, melainkan titik tolak atau langkah awal yang krusial bagi para pejabat untuk mengaplikasikan ilmu kepemimpinan di instansi masing-masing. Menurutnya, proses panjang penyusunan proyek perubahan selama pelatihan telah menempa mereka menjadi motor penggerak perubahan yang sesungguhnya di lingkungan kerja birokrasi Kutim.


Noviari juga berpesan agar semangat kepemimpinan, kompetensi, serta berbagai inovasi yang telah dirancang tidak lantas berhenti setelah seremonial kelulusan selesai, melainkan harus terus dikembangkan, dirawat, dan diimplementasikan secara konsisten dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan sehari-hari. "Jadilah pemimpin yang adaptif. Terus lakukan kepemimpinan dan perubahan, karena tantangan pemerintahan dan kebutuhan masyarakat akan terus berkembang dari waktu ke waktu," pesannya dengan penuh penekanan.


Secara nasional, pelaksanaan PKN Tingkat II Angkatan X Tahun 2026 ini diikuti oleh total 65 orang peserta yang datang dari berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah di seluruh penjuru tanah air. Komposisi peserta tersebut meliputi 34 orang dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, 6 orang dari Pemkot Samarinda, 4 orang dari Pemkab Kutai Timur, 4 orang dari instansi lainnya, 2 orang dari Kabupaten Tabalong, 1 orang dari Kabupaten Mamuju, 7 orang dari Kabupaten Murung Raya, 3 orang dari Kabupaten Paser, 3 orang dari Kabupaten Maybrat, serta 1 orang dari Kabupaten Berau.


Dari total 65 peserta yang berpartisipasi, sebanyak 64 orang dinyatakan lulus dengan rincian kualifikasi predikat kelulusan yang membanggakan, yakni 16 orang meraih predikat sangat memuaskan, 47 orang memuaskan, dan 1 orang dengan predikat baik. Sementara itu, satu peserta lainnya terpaksa tidak dapat merampungkan pelatihan hingga tuntas karena berpulang ke rahmatullah, yakni Almarhum Yustus Waymbewer yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Maybrat.


Melalui momentum pelepasan ini, keberhasilan keempat pejabat eselon II Kutim diharapkan mampu mendongkrak performa birokrasi daerah secara keseluruhan. Pemkab Kutim optimis bahwa kapasitas kepemimpinan yang semakin matang dan lahirnya berbagai proyek perubahan yang berdampak langsung ini akan mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.

Bagikan:WhatsAppFacebook

Berita Lainnya